Sarasehan Sepakbola Indonesia Segera Digelar

Harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar diselenggarakan pertemuan masyarakat sepakbola, akhirnya bakal segera terlaksana. Acara itu rencananya akan diselenggarakan di Malang.

Hal itu diumumkan dalam jumpa pers Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng, Ketua KON/KOI Pusat Rita Subowo, dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di kantor Menko Kesra, Jakarta, Jumat (5/2).

Menurut Andi Mallarangeng, untuk mewujudkan rencana tersebut Pemerintah akan turun langsung dan menyeponsori sarasehan sepak bola nasional untuk mengatasi krisis prestasi timnas sepakbola Indonesia.

Andi memaparkan, acara itu sedianya bakal dihadiri Presiden Yudhoyono dan diikuti seluruh insan sepakbola nasional, para kepala daerah (bupati/wali kota dan gubernur), serta para stakeholder sepakbola negeri ini.

Sebelumnya, gagasan awal sarasehan sepak bola nasional itu dilemparkan SBY saat menerima pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Istana Presiden, pekan lalu.

Saat itu, istilah yang dilontarkan Presiden adalah "kongres". Namun, dalam jumpa pers itu, Menko Kesra dan Menpora meluruskan istilah yang dimaksud adalah "sarasehan nasional".

Andi menolak pendapat bahwa ide SBY untuk menggelar pertemuan itu menyalahi ketentuan FIFA yang melarang adanya intervensi dari Pemerintah terhadap organisasi sepakbola.

"Acara ini pertemuan para stakeholder sepakbola nasional agar kita bisa mengulang kejayaan sepak bola di masa lalu. Ini bentuk kepedulian Presiden untuk meningkatkan prestasi tim nasional," kata Andi Mallarangeng. "Ini bukan intervensi pemerintah pada PSSI dan jangan diartikan seperti itu."

Agung Laksono lantas menambahkan, dipilihnya Malang sebagai tempat sarasehan nasional sepakbola adalah berkat tingginya antusiasme publik sepakbola di kota tersebut, yang terlihat dari keberadaan Aremania atau suporter Arema Malang dan besarnya animo sepak bola publik Jawa Timur pada umumnya.

"Dari acara itu, diharapkan muncul masukan-masukan konkret untuk membangkitkan sepak bola nasional dengan sasaran waktu lima tahun, 10 tahun, dan 15 tahun ke depan."

Perhatian Presiden SBY pada sepak bola, yang jarang terlihat pada waktu-waktu sebelumnya, muncul setelah ia memegang trofi Piala Dunia pekan lalu dalam rangkaian tur trofi Piala Dunia menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, 11 Juni -11 Juli mendatang.

Di saat bersamaan, timnas sepakbola tengah dirundung krisis prestasi. Setelah tersingkir di babak penyisihan SEA Games 2009, antara lain setelah kalah 0-2 dari Laos, Indonesia juga gagal lolos ke Piala Asia 2011, kegagalan untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir.

Dalam ranking FIFA terbaru per 3 Februari, posisi Indonesia juga melorot tajam dari peringkat ke-120 (Desember 2009) menjadi peringkat ke-136. Ini peringkat terburuk Indonesia setelah Juni 2009 saat "Merah-Putih" terpuruk di ranking 138 dunia. Posisi Indonesia saat ini juga jauh di bawah peringkat negara Asia Tenggara lain seperti Singapura (120), Vietnam (116), dan Thailand (98).

Related Post



0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
 
free counters

Pengikut

© renof Copyright by RENOFBOOK | Template by renofbook