Bagikan

Reuters Buat Anda yang ingin melihat dari dekat tropi Piala Dunia yang akan diperebutkan di Afrika Selatan tengah tahun nanti bersiap-siaplah. Piala berwujud manusia mengusung bola dunia itu sudah sampai di Jakarta.
Menyambut gelaran Piala Dunia 2010, FIFA membawa tropi Piala Dunia berkeliling ke banyak negara di dunia. Indonesia sebagai salah satu anggota FIFA ikut kebagian jatah kunjungan tersebut.
Secara resmi, tropi dengan tinggi 36,5 cm itu sudah tiba di Jakarta pada Minggu (24/1/2010) siang ini. Namun hingga Senin (25/1/2010) besok tropi yang terakhir dibawa pulang Italia itu tak akan diperlihatkan pada publik.
Setibanyak di Jakarta, tropi yang diterbangkan oleh pesawat khusus itu langsung dibawa ke tempat penyimpanan rahasia. Pekerja media alias wartawan akan menjadi yang pertama diberi kesempatan melihat piala pengganti Jules Rimet tersebut.
Buat Anda yang sudah dihinggapi deman Piala Dunia, tak perlu khawatir kehilangan momen ini. Soalnya tropi tersebut akan dipamerkan kepada umum di Assembly Hall Jakarta Convention Center pada Selasa (26/1/2010) lusa mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Seperti dikutip dari situs FIFA, penonton yang datang nantinya akan diberi kesempatan berfoto dengan tropi tersebut setelah membeli sejumlah tertentu produk sponsor Coca Cola. Publik yang datang nantinya juga akan bisa menikmati beberapa aktivitas yang digalang oleh sponsor-sponsor lain seperti Adidas, Sony dan McDonald.
Tropi Piala Dunia yang sekarang digunakan adalah rancangan seniman Italia, Silvio Gazzaniga. Piala tersebut menggantikan tropi sebelumnya, Jules Rimet, yang sudah 'dipensiunkan' setelah Brasil memenanginya untuk kali ketiga di tahun 1970. Keberadaan Jules Rimet kini tak diketahui setelah dicuri pada 19 Desember 1983 dari kantor Asosiasi Sepakbola Brasil.
Bertinggi 36,5 cm, tropi Piala Dunia memiliki bobot 5 kg dan dibuat dari emas solid 18 karat dengan bagian permukaan memiliki diameter 13 cm. Pada bagian bawah tropi (menjadi alas jika tropi didirikan) tertulis nama-nama negara yang pernah memenangi tropi tersebut berserta tahun kemenangannya.
Ruang untuk menuliskan nama-nama juara dunia tersebut akan habis di Piala Dunia 2038 mendatang. Apa yang akan terjadi kemudian hingga kini belum diputuskan, yang jelas FIFA tak akan memberikan tropi tersebut kepada negara tertentu, seperti yang terjadi dengan Jules Rimet.

Reuters
Menyambut gelaran Piala Dunia 2010, FIFA membawa tropi Piala Dunia berkeliling ke banyak negara di dunia. Indonesia sebagai salah satu anggota FIFA ikut kebagian jatah kunjungan tersebut.
Secara resmi, tropi dengan tinggi 36,5 cm itu sudah tiba di Jakarta pada Minggu (24/1/2010) siang ini. Namun hingga Senin (25/1/2010) besok tropi yang terakhir dibawa pulang Italia itu tak akan diperlihatkan pada publik.
Setibanyak di Jakarta, tropi yang diterbangkan oleh pesawat khusus itu langsung dibawa ke tempat penyimpanan rahasia. Pekerja media alias wartawan akan menjadi yang pertama diberi kesempatan melihat piala pengganti Jules Rimet tersebut.
Buat Anda yang sudah dihinggapi deman Piala Dunia, tak perlu khawatir kehilangan momen ini. Soalnya tropi tersebut akan dipamerkan kepada umum di Assembly Hall Jakarta Convention Center pada Selasa (26/1/2010) lusa mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Seperti dikutip dari situs FIFA, penonton yang datang nantinya akan diberi kesempatan berfoto dengan tropi tersebut setelah membeli sejumlah tertentu produk sponsor Coca Cola. Publik yang datang nantinya juga akan bisa menikmati beberapa aktivitas yang digalang oleh sponsor-sponsor lain seperti Adidas, Sony dan McDonald.
Tropi Piala Dunia yang sekarang digunakan adalah rancangan seniman Italia, Silvio Gazzaniga. Piala tersebut menggantikan tropi sebelumnya, Jules Rimet, yang sudah 'dipensiunkan' setelah Brasil memenanginya untuk kali ketiga di tahun 1970. Keberadaan Jules Rimet kini tak diketahui setelah dicuri pada 19 Desember 1983 dari kantor Asosiasi Sepakbola Brasil.
Bertinggi 36,5 cm, tropi Piala Dunia memiliki bobot 5 kg dan dibuat dari emas solid 18 karat dengan bagian permukaan memiliki diameter 13 cm. Pada bagian bawah tropi (menjadi alas jika tropi didirikan) tertulis nama-nama negara yang pernah memenangi tropi tersebut berserta tahun kemenangannya.
Ruang untuk menuliskan nama-nama juara dunia tersebut akan habis di Piala Dunia 2038 mendatang. Apa yang akan terjadi kemudian hingga kini belum diputuskan, yang jelas FIFA tak akan memberikan tropi tersebut kepada negara tertentu, seperti yang terjadi dengan Jules Rimet.
























0 komentar:
Posting Komentar