Bagikan
Jakarta - Demam Piala Dunia 2010 yang akan dimulai Juni nanti dimanfaatkan betul oleh Electronic City Entertainment. Pemegang lisensi hak siar Piala Dunia di Indonesia itu akan menggelar nonton bareng di 1.000 antara lain di kafe, restoran dan hotel yang tersebar di penjuru Indonesia.
Seperti yang sudah-sudah, penyelenggaraan pesta sepakbola terakbar sejagad ini
selalu diwarnai dengan yang namanya nonbar atau menyaksikan pertandingan kumpul-kumpul sesama fans.
Dan hal itu terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia yang di bawah
kendali Electronic City Entertainment yang bekerja sama dengan salah satu tabloid
olahraga lokal untuk mengkoordinir acara nonbar tersebut.
Hal ini dilakukan semata-semata karena memang ada peraturan dari FIFA kalau acara nonbar yang berbau komersil namun tidak disponsori oleh global sponsorship FIFA, maka hal itu dilarang adanya.
"Kami menargetkan dapat menjalin kerjasama dengan 1.000 tempat nonton bareng di seluruh wilayah Indonesia, sehingga aksi-aksi menawan bintang-bintang sepakbola
kelas dunia dapat dinikmati bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat," ungkap Media Manager EC Entertainment Aida Syamsuhadi dalam jumpa pers di kawasn SCBD, Rabu (13/1/2010) siang WIB.
Dan jika untuk mendapat perijinan dari pihak ECE, pihak penyelenggara nonbar
diwajibkan membayar sejumlah uang. Berikut adalah perinciannya:
Kategori 1: Hotel, kafe atau restoran yang mempunyai pengunjung di bawah 100
membayar Rp 3 juta untuk sebulan.
Kategori 2: Hote, kafe atau restoran yang mempunyai pengunjung antara 101 sampai 300 membayar Rp 7 juta untuk sebulan.
Kategori 3: Hotel, kafe atau restoran yang mempunyai pengunjung antara 301 sampai 500 membayar Rp 10 juta untuk sebulan.

Seperti yang sudah-sudah, penyelenggaraan pesta sepakbola terakbar sejagad ini
selalu diwarnai dengan yang namanya nonbar atau menyaksikan pertandingan kumpul-kumpul sesama fans.
Dan hal itu terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia yang di bawah
kendali Electronic City Entertainment yang bekerja sama dengan salah satu tabloid
olahraga lokal untuk mengkoordinir acara nonbar tersebut.
Hal ini dilakukan semata-semata karena memang ada peraturan dari FIFA kalau acara nonbar yang berbau komersil namun tidak disponsori oleh global sponsorship FIFA, maka hal itu dilarang adanya.
"Kami menargetkan dapat menjalin kerjasama dengan 1.000 tempat nonton bareng di seluruh wilayah Indonesia, sehingga aksi-aksi menawan bintang-bintang sepakbola
kelas dunia dapat dinikmati bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat," ungkap Media Manager EC Entertainment Aida Syamsuhadi dalam jumpa pers di kawasn SCBD, Rabu (13/1/2010) siang WIB.
Dan jika untuk mendapat perijinan dari pihak ECE, pihak penyelenggara nonbar
diwajibkan membayar sejumlah uang. Berikut adalah perinciannya:
Kategori 1: Hotel, kafe atau restoran yang mempunyai pengunjung di bawah 100
membayar Rp 3 juta untuk sebulan.
Kategori 2: Hote, kafe atau restoran yang mempunyai pengunjung antara 101 sampai 300 membayar Rp 7 juta untuk sebulan.
Kategori 3: Hotel, kafe atau restoran yang mempunyai pengunjung antara 301 sampai 500 membayar Rp 10 juta untuk sebulan.
























0 komentar:
Posting Komentar